Misteri Asal Usul Danau Toba dan Pulau Samosir




 Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Di tengah danau terdapat sebuah pulau bernama pulau Samosir. Sekitar 74ribu tahun lalu, terjadi letusan dahsyat sebuah gunung api super. Sebagai hasilnya, terbentuk sebuah kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi sebuah danau. Sementara sisa magma yang belum keluar menekan ke atas bagian tengah kaldera hingga menjadi sebuah pulau, yaitu pulau Samosir.


Asal Mula Terbentuk nya Danau Toba

Di Sumatera Utara dahulu kala hidup seorang pemuda yatim piatu yang miskin bernama Toba. Ia hidup sendiri sebatang kara. Si pemuda miskin tinggal di sebuah lembah subur. Sehari-hari ia menghidupi dirinya dengan cara bertani dan mencari ikan di sungai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Hasil bertani beserta ikan hasil memancing ia masak untuk dijadikan lauk makanannya sementara sisanya ia jual ke pasar. Selama ini mudah saja baginya mendapatkan ikan dari sungai yang berair jernih tersebut.

Sore itu sepulangnya dari ladang, si pemuda miskin ini pergi memancing di sungai. Setelah sekian lama memancing, ia tak kunjung mendapatkan ikan. Kejadian seperti ini belum pernah dialaminya. Ahirnya ia menarik pancingnya kemudian memutuskan pulang ke rumah. Namun anehnya ketika pancing ditarik, seekor ikan tiba-tiba menyambarnya. Hatinya senang ketika melihat seekor ikan mas cantik tergantung di ujung tali pancingnya. Sisik ikan mas tersebut sangat indah berwarna kuning keemasan. Seumur hidupnya belum pernah dilihatnya ikan seperti itu.

“Aduhai, cantiknya ikan mas yang kudapat. Sayangnya, hanya ikan mas ini hasil tangkapanku hari ini. Aku akan membawanya pulang untuk dimasak.” ujar Toba.

Segera si pemuda bergegas pulang ke rumah untuk memasak ikan hasil tangkapannya.



Setibanya di rumah, si pemuda menaruh ikan mas di sebuah wadah. Ia segera menyiapkan kayu bakar untuk memasak. Ternyata kayu bakar yang dimiliki si pemuda telah habis. Dia pun keluar untuk mengambil kayu bakar di belakang rumahnya. Setelah mengambil beberapa potong kayu bakar dia kembali ke dapur untuk memasak.

Betapa terkejutnya dia melihat ember tempat ikan tadi dipenuhi uang koin emas yang sangat banyak, diapun terkejut dan pergi ke dapur. Disanapun dia kaget setengah mampus, ada sosok perempuan cantik berambut panjang. “Kamu Siapa?”

“Aku adalah ikan engkau pancing di sungai tadi, uang koin emas yang diember tadi adalah sisik-sisik yang terlepas dari tubuhku. Sebenarnya aku adalah seorang perempuan yang dikutuk dan disihir oleh seorang dukun karena aku tidak mau dijodohkan. Karena engkau telah menyelamatkan aku dan mengembalikan aku menjadi seorang manusia, maka aku rela menjadi istrimu” kata ikan tadi yang kini sudah menjelma kembali menjadi seorang perempuan berparas cantik dan berambut panjang.

Ini suatu kebetulan, selama ini aku mengharapkan seorang pendamping hidup untuk tinggal bersama-sama menjalankan kehidupan berumatangga kata petani tersebut. Maka iapun setuju memperistri perempuan cantik tersebut.

Perempuan berparas cantik tadi juga mengutarakan kepada petani tadi sebuah syarat dan sumpah bahwa jika suatu hari nanti ketika engkau marah, engkau tidak boleh mengutarakan bahwa asal-usulku dari seekor ikan kepada siapapun. Sebab jika engkau mengatakan itu, maka akan terjadi petaka dan bencana besar di desa ini. Petani itupun menyanggupinya, dan akhirnya mereka menikah.

Hari demi hari merekapun hidup bahagia, apa yang diharapkan petani selama ini pun sudah terwujud dan diapun merasa bahagia sekali. Sampai merekapun dikaruniai seorang anak laki-laki dan mereka memberi namanya Samosir.

Samosirpun tumbuh besar, diapun sudah bisa membantu orangtuanya bertani. Setiap hari Samosir disaat siang selalu mengantarkan makan siang buat ayahnya yang sudah dimasakin oleh ibunya.

Suatu hari, siang itu petani sudah merasa lelah dan lapar sembari menunggu Samosir datang mengantarkan bekal siang. Tidak biasanya, kali ini Samosir terlambat mangantarkan bekal orangtuanya. Diperjalanan Samosir mencium bekal yang dibawanya untuk orangtuanya, kelihatannya enak masakan ibu hari ini, gumamnya. Samosirpun mencicipi masakan ibunya, dia tidak sadar bekal itu dimakan hampir habis.

Samosirpun tersentak dan bergegas menuju kebun ayahnya. Dia melihat ayahnya sudah kelaparan dan kehauasan. Merasa berat, Samosirpun memberikan bekal kepada ayahnya. Dan terkejutlah ayahnya melihat isi bekal yang diberikan Samosir.

“Iya, Among. Samosir tadi lapar dan aku makan, masakan Inong sekali rasanya” kata Samosir kepada ayahnya yang terlihat emosi. Spontan ayahnya marah dan melempar bekal yang sudah kosong tadi sembari berkata kepada Samosir: “Kurang ajar kau Samosir, dasar anak ikan kau ini”.

Samosirpun menangis dan pergi berlari menuju rumah menemui ibunya. Ibu, ibu , ayah marah besar Samosir disebut anak ikan. Kata Samosir kepada ibunya. Ibunyapun menangis, sektika itu ibunya menyuruh Samosir berlari ke sebuah bukit diketinggian. Lalu hujanpun semakin deras, angin kencang, gemuruh dan petirpun menyambar-nyambar seketika itu.

Airpun meluap sampai menenggelamkan seluruh desa itu. Sumpah itu dilanggar, akhirnya tengenanglah seluruh desa itu dan genangan itu berbuah menjadi danau, yang kini disebut Danau Toba. Lalu pulau tempat samosir berlindung disebutlah Pulau Samosir.



Gunung Kelud Dan Cerita Mitos Yang Ada didalam Nya



 Gunung kelud dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi. Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI). Letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014.

Gunung yang terletak di Kediri ini memuntahkan isi perutnya hingga belasan kilometer ke langit dan membuat Jawa tertutup debu vulkanik.

Namun banyak kisah di balik erupsi gunung yang berjarak sekitar 27 Km dari pusat Kota Kediri ini. Kisah-kisah mistis dan mitos pun berkembang seputar meletusnya gunung yang memiliki ketinggian 1.700 Mdpl ini.



Gunung Kelud merupakan salah satu tujuan wisata di Jatim yang cukup tersohor. Di balik keistimewaan tersebut, Gunung Kelud diselimuti kabut misteri terkait keberadaan gunung berpuncak strato ini.
RITUAL sesaji Gunung Kelud taklepas dari sejarah yang terjadi pada masa Kerajaan Kadiri. Pada saat itu, putri Raja Kadiri, yaitu Dewi Kilisuci dilamar oleh 2 raja yang bukan dari bangsa manusia, Lembu Suro dan Mahesa Suro.

Namun dengan segala tipu dayanya, Dewi Kilisuci berhasil menghindari pinangan dari kedua raja tersebut. Atas kegagalan dan tipu daya Dewi Kilisuci itulah, Lembu Suro, salah satu raja yang tertipu, sempat mengucapkan kutukan kepada orang Kadiri. “Yoh wong Kadiri, mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping, yoiku Kadiri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung. (Ya, orang Kadiri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kadiri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan, dan Tulungagung menjadi danau,” kutukan dari Lembu Suro pada saat tertipu oleh Dewi Kilisuci.

Sementara itu, karena usa­hanya gagal mempersunting Dewi Kilisuci, putri Raja Kadiri, Lembu Suro dipenuhi oleh angkara murka. Sifat ang­kara murka itulah yang pada akhirnya membunuh Lembu Suro dengan cara dimasukkan ke dalam kawah Gunung Kelud oleh pasukan Kerajaan Majapa­hit yang memburunya.
Dari legenda ini, akhirnya masyarakat lereng Gunung Ke­lud melakukan sesaji sebagai tolak bala sumpah itu yang dise­but ritual sesaji Gunung Kelud sejak tahun 2005 lalu. “Serta sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas hasil bumi yang melimpah serta keganasan Gunung Kelud yang setiap saat meletus mengelurkan erupsin­ya,” ungkap Mbah Ronggo.


Berikut 4 Cerita Mitos Gunung Kelud Paling yang beredar dimasyarakat:


1. Mitos amarah Mahesasura saat kelud meletus

Bagi masyarakat setempat, Gunung Kelud memang lekat dengan mitos Dewi Kili Suci dan Mahesasura. Ketika Gunung Kelud meletus, berarti Mahesasura, si manusia berkepala kerbau itu sedang marah, mengejar-ngejar putri impiannya bernama Dewi Kili Suci di Kerajaan Daha, Kediri.

Kisah Dewi Kili Suci dan Mahesasura ini tercatat dalam naskah-naskah periode klasik Indonesia, misalnya kitab Pararaton dan perjalanan Bujangga Manik. Tokoh Dewi Kili Suci erat kaitannya dengan Gunung Kelud dan cerita Panji (dongeng klasik).

Konon, kisah Dewi Kili Suci ini dihubungkan dengan dongeng terciptanya Gunung Kelud. Dikisahkan semasa muda Kili Suci dilamar oleh seorang manusia berkepala kerbau bernama Mahesasura. Kili Suci bersedia menerima lamaran itu asalkan Mahesasura mampu membuatkannya sebuah sumur raksasa.

Sumur raksasa pun tercipta berkat kesaktian Mahesasura. Namun sayang, Mahesasura jatuh ke dalam sumur itu karena dijebak Kili Suci. Para prajurit Kadiri atas perintah Kili Suci menimbun sumur itu dengan batu-batuan. Timbunan batu begitu banyak sampai menggunung, hingga akhirnya terciptalah Gunung Kelud.

Oleh sebab itu, apabila Gunung Kelud meletus, daerah Kediri selalu menjadi korban, sebagai wujud kemarahan arwah Mahesasura. "Muring-muringe mbek wong Kediri, mergo mburu putri Kediri. (Marah-marahnya sama orang Kediri, karena memburu putri Kediri)," kata Muhammad Zabidi, warga Srengat Blitar, 20 kilo meter dari puncak Kelud, Jumat (14/2).

Zabidi mengatakan, orang-orang sekitar Gunung Kelud masih mempercayai mitos itu. Maka dari itu, ketika gunung dengan ketinggian 1,731 meter itu meletus, orang-orang sekitar gunung dari Blitar merasa tenang-tenang saja. "Mergo aliran lahar panase ke arah Kediri. Blitar endak kok. Ndak pernah sampai mematikan," ujarnya.

2. Gunung Kelud kuburan keris Mpu Gandring

Gunung Kelud memiliki legenda yang panjang di negeri ini. Saat Kerajaan Majapahit berjaya, Gunung Kelud juga sempat meletus. Letusan Kelud menjadi perhatian raja terbesar Kerajaan Majapahit saat itu: Hayam Wuruk. Bahkan, konon kawah Kelud dijadikan tempat membrangus aura jahat keris Mpu Gandring oleh Raja Singosari saat itu: Wisnuwardana.

Keris Mpu Gandring sendiri terbuat dari bongkahan logam yang jatuh dari langit atau meteorit. Bongkahan logam itu diduga memiliki aura yang sangat jahat dan haus darah. Terbukti, nyawa sang empu alias yang membuat keris Mpu Gandring tewas oleh keris ini. Selain itu Mpu Gandring juga menewaskan prajurit Keboijo, Ken Arok dan Anusapati. Setelah membunuh Anusapati dengan keris Empu Gandring, Tohjaya naik tahta menjadi Raja Singosari.

Soal keberadaan Gunung Kelud, konon, kawah gunung itu sebenarnya merupakan kuburan dari keris Mpu Gandring. Meski kebenaran atas kisah ini masih perlu pembuktian, namun banyak warga yang terlanjur mempercayainya.

3. Larung saji untuk tolak bala

Terlepas dari bencana meletusnya gunung yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang ini, terdapat sebuah ritual adat yang selalu dilakukan di kawah Gunung Kelud yaitu Larung Sesaji. Upacara adat yang diadakan setiap bulan suro ini biasa digelar di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Menurut cerita masyarakat setempat, larung sesaji dimaksudkan untuk menolak bala sumpah Lembu Suro yang ditipu Dewi Kilisuci. Namun bagi umat Hindu sendiri, ritual suci ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi, dan juga bentuk rasa hormat pada penguasa Gunung Kelud.

Ada beragam sesaji yang dibawa dalam ritual suci ini, mulai dari nasi, sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan. Dalam ritual larung sesaji, masyarakat setempat biasanya membawa dua jenis tumpeng, yakni tumpeng nasi putih dan kuning. Tumpeng itu dilengkapi dengan aneka lauk-pauk, seperti telor, tahu, tempe, urap, parutan sambal kelapa dan masih banyak lagi. Menariknya, semua sesaji itu dihias dan ditata sedemikian rupa sehingga tampak cantik.

Semua makanan yang dibawa oleh warga kemudian dikumpulkan di tengah. Mereka duduk mengelilinginya sembari mendengarkan pemangku adat membacakan doa. Setelah selesai didoakan, mereka akan berbondong-bondong memperebutkan sesaji berupa makanan tradisional, hasil bumi, sayur-sayuran dan buah-buahan.

4. Wage keramat bagi Gunung Kelud

Bagi warga Kediri terutama yang tinggal tak jauh dari lereng Gunung Kelud ada istilah yang disebut dengan Wage keramat. Wage ini dianggap keramat karena berkenaan dengan meletusnya Gunung Kelud.

Wage adalah salah satu pasaran di hari Jawa (Pahing, Pon, Kliwon dan Legi). Sebagian orang percaya bahwa Gunung Kelud akan marah atau meletus di pasaran Wage tersebut.

Hal ini tentu bukan tanpa argumen. Bagi masyarakat Jawa yang masih percaya ilmu titen (ingatan) selama ini Gunung yang berada di 27 Km dari Pusat Kota Kabupaten Kediri itu selalu meletus di hari pasaran Wage. Tak heran sebagian warga terutama yang tua selalu mengidentikkan letusan Gunung Kelud dengan pasaran Wage.

Saat Gunung Kelud erupsi kemarin malam, warga pun mau tak mau kembali menoleh dengan kepercayaan titen tersebut. Benarkah Gunung Kelud punya hubungan khusus dengan Wage.

Kamis (13/2) kemarin bertepatan dengan Kamis Kliwon, namun dalam hitungan Jawa letusan Gunung Kelud semalam masuk dalam hitungan Jumat Wage. Dalam hitungan Jawa, waktu setelah Magrib dianggap sudah berganti hari, dengan kata lain, letusan Gunung Kelud semalam masuk dalam hari Jumat pasaran Wage atau Jumat Wage.




Tak hanya sampai disitu Gunung kelud seakan tidak ada habisnya menggemparkan masyarakat dan kali ini sebuah misteri baru kembali terjadi pada gunung yang meletus pada  hari jumat-14-02-2014 yang lalu. Setelah erupsi gunung kelud yang berimbas pada kota - kota besar di jawa, Kali ini gunung kelud memunculkan sebuah fenomena misteri yaitu munculnya sebuah patung yang diyakini patung tesebut adalah gambaran dari penunggu gunung kelud yaitu Patung Lembu Suro.



Patung ini ditemukan di sebuah wilayah di gunung kelud yang menurut kabar berada di lereng gunung kerinci atau orang blitar menyebutnya denga gunung gedang yaitu semping dari gunung kelud bagian blitar. Menurut legenda masarakat sekitar gunung kelud Lembu Suro Dan Mahesa Suro merupakan penunggu gunung kelud. Untuk sejarah tentang gunung kelud silahkan anda cari di Google. Dibawah ini adalah gambar patung lembu suro yang muncul setelah erupsi gunung kelud kemarin.



Asal Usul Dan Misteri Yang Ada di Sungai Bengawan Solo




 Sungai Bengawan Solo dikenal sebagai sebuah sungai panjang yang membentang panjang menyusuri kawasan dataran tinggi Wonogiri, dataran rendah Solo hingga ke kawasan garis pantai Gresik di Jawa Timur.

Namun ada kisah lain yang seringkali luput dari mata dan telinga masyarakat. Bahwa pada kisaran 4 juta tahun lampau, sungai legendaries ini sebenarnya tidak bermuara ke pantai utara Jawa, melainkan mengalirkan airnya menuju lautan Hindia di selatan Yogyakarta. Tepatnya di sebuah pantai Gunung Kidul yang eksotis, pantai Sadeng.

Berlokasi persis disebelah pantai Wediombo yang sudah terlebih dulu populer dan sekitar 80 km dari pusat kota Jogja, pantai ini menjadi kawasan wisata pantai Gunung Kidul paling timur dan secara langsung berbatasan dengan Wonogiri, tepatnya kawasan Pracimantoro.

Bibir pantai diapit oleh perbukitan karang yang eksotis dan tampak garang. Dibalik perbukitan ini tampak sebuah lembah yang terus menuju garis pantai. Masyarakat sekitar menamai lembah panjang ini dengan nama Telaga Suling.

Lembah panjang inilah yang dipastikan merupakan sisa dari sungai Bengawan Solo purba. Sudah banyak pakar geologi dunia yang meninjau lokasi dan memastikannya. Sungai purba ini berasal dari hulu sungai Bengawan Solo yang kini Anda kenal, yakni dari kawasan tepatnya di kawasan Wonogiri sekitar perbukitan tempat kini waduk Gajah Mungkur berada.

Pada 4 juta tahun silam, sungai Bengawan Solo purba mendadak harus belok arah dan beralih muara ke pantai utara Jawa karena terjadi pergeseran lempeng Indo Australia yang menghimpit tanah kawasan ini. Dipercaya oleh para pakar geologi, pada masa lampau tanah di kawasan Gunung Kidul dan sekitarnya adalah dataran rendah.

Kemasyuran sungai terbesar yang membelah Kota Solo tersebut semakin dikenal lewat lagu Bengawan Solo karya maestro keroncong Gesang. Namun siapa sangka ternyata dulu nama sungai kebanggaan masyarakat Solo dan sekitarnya itu dahulu bernama Bengawan Beton, bukan Bengawan Solo.

Menurut buku Babad Sala yang ditulis RM Sajid, koleksi Reksopustaka Istana Mangkunegaran, pada zaman Mataram, terdapat sebuah dusun bernama Nusupan. Dusun itu terletak di sebelah tenggara Desa Sala, wilayah yang kemudian menjadi tempat perpindahan Keraton Kartasura. Ada sungai besar yang dinamakan Bengawan Beton membelah wilayah dusun itu menjadi dua bagian.

Keberadaan Bengawan Beton menjadi salah satu pembatas Dusun Sala. Dusun Sala dibatasi sungai dan bengawan. Di sebelah utara dibatasi Kali Pepe, di sebelah timur dibatasi Bengawan Beton sampai ke Dusun Nusupan. Sebelah selatannya dibatasi Kali Wingka. Bengawan Beton yang terletak di Dusun Nusupan tersebut menjadi bandar pelabuhannya para saudagar dan nakhoda yang melakukan pelayaran ke Gresik dan Surabaya. Mereka pulang pergi melewati Bengawan Beton tersebut. Pada zaman Mataram, Dusun Nusupan tersebut berkembang semakin ramai. Para saudagar dari Kotagede di Mataram kalau pergi ke Gresik juga melewati Dusun Nusupan.

Ada beberapa misteri yang ada disungai Bengawan solo yg beredar di masyarakat, diantaranya:

1. Ratu Ular Bengawan Solo

Ada cerita dari desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupatan Bojonegoro. Pada suatu hari, seorang pria datang ke sungai bengawan. Tiba-tiba munculah sesosok siluman ular bermahkota yang sangat besar. Siluman ular tersebut meminta tumbal padanya untuk dijadikan budak.
Pria yang ternyata memiliki kesaktian, akhirnya dapat mengalahkan siluman tersebut. Sang Ratu Ular pun berjanji tetap akan mengganggu manusia kecuali bagi mereka yang kakinya telah dicelupkan ke air sungai. Pria itu pun memegang janji Sang Ratu Ular.

2. Jembatan Bacem



Salah satu jembatan yang berada di atas aliran sungai Bengawan Solo dikenal sebagai tempat jagal para tahanan terduga anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI adalah organisasi yang berafiliasi dengan partai kala itu.

3. Pohon Donoloyo di Jembatan Keramat Bengawan Solo
Jembatan yang berada di Dukuh Demangan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten merupakan jalur penghubung antar desa yang dibelah oleh anak sungai Bengawan Solo (Kali Dengkeng). Sekitar tahun 2004-2005, warga setempat hendak mencoba untuk merenovasi jembatan tersebut. Kejadian aneh pun terjadi. Jembatan tersebut selalu roboh.

4. Setan Merah

Alkisah, ada seorang ibu –sebut saja Markum- yang membantu saudaranya dalam rangka hajatan. Selepas maghrib, ia-pun hendak pulang dengan melewati belakang rumah saudaranya tersebut. Konon, lokasinya cukup angker. Sesampainya di rumah, ia langsung tertidur.

Di pagi hari, sang suami merasa heran karena pintu kamarnya masih terkunci. Padahal seharusnya sudah waktunya ia sholat subuh berjamaah. Betapa terkejutnya, bahwa istrinya tidak berada di dalam rumah. Tersiar kabar bahwa istrinya berada di tengah-tengah sungai yang berarus deras.

Bu Markum yang selamat, akhirnya ditanyai warga tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ia hanya ling-lung dan tidak mengetahui apa-apa. Konon, Bu Markum di rasuki oleh Setan Merah dan membawanya ke tengah arus deras sungai tanpa sadar.

5. Siluman Buaya

Di sebuah desa yang tidak disebutkan namanya, terdapat mitos adanya siluman buaya putih. Siluman ini mengincar korban pengunjung yang mandi di bengawan solo. Hanya pengunjung yang di incar, bukan warga desa. Entah bagaimana siluman itu bisa membedakan mana warga desa dan mana yang bukan.

Pernah kejadian seorang anak dari desa lain datang hendak berenang. Ketika dia menceburkan diri ke bengawan, tubuhnya tidak muncul lagi di permukaan. Warga desa yang pandai menyelam pun ramai mencari-cari jasad korban, menyelam di TKP dan tempat-tempat yang diperkirakan jasad itu terhanyut. Untung bengawan solo bukan sungai Gangga ya, kalau sungai Gangga bisa ketemu banyak mayat.
Selang berapa hari kemudian jenazah korban muncul dipermukaan, tepat di TKP almarhum menyeburkan diri. Di sini anehnya, selain tempat itu sudah “diubek-ubek” tidak ketemu, aliran bengawan solo juga seharusnya mampu membawa jenazah itu ke tempat yang lebih jauh ke hulu. Tapi ternyata jenazah tersebut masih di situ.

6. Bunga Elo

Sungai bengawan solo memiliki panjang kurang lebih 548,3 km. Sungai ini mengaliri provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Konon, di sepanjang sungai terdapat pohon Elo yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Barang siapa yang melhat bunganya, niscaya keinginannya akan terkabul.

7. Sumur Tua di Tengah Sungai Bengawan Solo

Seorang warga setempat mengatakan bahwa terdapat sumur berdiameter enam meter telah ditemukan di tengah-tengah sungai Bengawan Solo. Sumur yang tepiannya menggunakan batu bata ini diperkirakan dibuat tahun 1800-an. Konon, awalnya sumur tersebut berada di tepi sungai. Namun, kini  berada di tengah sungai akibat proses alam.

Misteri Sungai Kapuas Yang Beredar di Masyarakat




Sungai Kapuas adalah sebuah sungai yang tercatat sebagai salah satu sungai terpanjang yang ada di dunia, dengan panjang sungai yang mencapai 1.143km sungai Kapuas pun menjadi sumber kehidupan dan penghasilan bagi orang yang tinggal di daerah setempat. Apalagi tercatat jika setidaknya terdapat 700 jenis ikan yang layak konsumsi di dalam sungai ini.

Hanya saja sungai Kapuas juga tidak terlepas dari kisah-kisah horor dan mistis menyeramkan lainnya, terlebih diceritakan jika dalam setiap tahunnya sungai ini juga sering sekali menenggelamkan manusia dan selalu saja anak-anak yang menjadi korban. Mungkin bisa jadi hal tersebut sebenarnya tidak terlepas dari kurangnya pengawasan orangtua pada anak mereka, mungkin karena orangtua terlalu menikmati dunianya sendiri sehingga mereka lupa akan anak-anak mereka, dan menjadi korban dari keganasan air di sungai kapuas tersebut.

Tapi bagi penduduk sekitar hal tersebut terjadi bukan sepenuhnya kesalahan orangtua, tapi karena adanya campur tangan dari sang penghuni sungai. Menurut legenda masyarakat sungai Kapuas dihuni oleh 3 makhluk gaib yang memiliki wujud seperti buaya. Makhluk gaib itulah yang sering sekali meminta tumbal sebagai pengganti akan banyaknya kelimpahan yang ada di dalam sungai Kapuas.

Salah satu yang dipercayai oleh masyarakat setempat adalah keberadaan "penjaga" sungai yang memiliki bentuk menyerupai buaya. Buaya penjaga itu berwarna kuning, buaya putih dan buaya hitam.
Masyarakat Kampung Bansir Laut biasa menyebut buaya itu sebagai kembaran dari Mak Tua yang merupakan seorang nenek yang kini sudah meninggal.

Meski terdengar menyeramkan, tetapi sudah puluhan tahun "penjaga" sungai Kapuas tersebut tidak pernah mengganggu manusia di sepanjang sungai. Tokoh pemuda di Kampung Bansir Kelurahan Bansir Laut, Atut mengaku beberapa kali bertemu sang penjaga."Kalau saya bertemu dengan buaya ya di sekitar sini, di pesisir sungai ada pohon Nipah, nah biasa di situ munculnya.Anehnya kalau muncul tidak pernah berenang layaknya buaya tetapi hanya menunjukkan kepalanya dengan mulut diatas terbuka"

Menurut Atut, kembaran sekaligus penjaga Sungai Kapuas itu kadang terlihat namun lebih sering muncul di saat orang -orang sekitar Sungai Kapuas menggelar acara pernikahan dan menggelar meriam karbit saat malam takbiran.




Sejarah Serangan Umum 1 Maret



  Tak bisa dipungkiri serangan Umum 1 Maret 1949 tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting saat Republik ini baru mulai berdiri setelah lepas dari penjajahan Belanda.

Banyak versi seputar Serangan Umum 1 Maret tersebut. Namun demikian, peran Letkol Soeharto tentu tidak bisa dipisahkan dalam perang untuk merebut kembali Ibu Kota Republik Indonesia, Yogyakarta.

Tujuan utama tentu untuk menaklukkan pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Alhasil Serangan Umum 1 Maret bisa menunjukkan kepada dunia internasional bahwa tNI masih ada.

Kurang lebih satu bulan setelah Agresi Militer Belanda II, yaitu Desember 1948, TNI mulai menyusun strategi melakukan serangan balik terhadap tentara Belanda yang telah mengambil alih Yogyakarta. Serangan dimulai dengan memutuskan telepon, merusak jalan kereta api, menyerang rombongan konvoi Belanda, serta tindakan perebutan lainnya.

Belanda terpaksa memperbanyak pos-pos di sepanjang jalan-jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah diduduki. Hal ini berarti kekuatan pasukan Belanda tersebar di pos-pos kecil di seluruh daerah.

Ketika pasukan Belanda sudah terpencar-pencar, barulah TNI melakukan serangan. Puncak serangan dilakukan dengan serangan umum terhadap kota Yogyakarta terjadi pada tanggal 1 Maret 1949, di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto.

Tepat pukul 6 pagi, serangan mulai dilancarkan ke seluruh penjuru Yogyakarta. Serangan itu telah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam buku 'Pak Harto Untold Stories' karya Mahpudi Cs, Soerjono yang saat itu menjadi staf Letkol Soeharto menyebut bahwa serangan umum 1 Maret sudah sangat dipersiapkan secara matang. Sejak sore hari para prajurit TNI telah memasuki Kota Yogyakarta dengan menyusup. Pos komando ditempatkan di desa Muto. Malam hari, menjelang serangan umum itu, pasukan telah merayap mendekati kota.

"Sebelum serangan dilakukan, Pak Harto sering mengirim telik sandi (mata-mata) ke Kota Yogyakarta dan Keraton. Para komandan pun sering dipanggil untuk mematangkan strategi perang gerilya," ujar Soejono.

Pagi hari sekitar pukul 06.00, sewaktu sirene tanda jam malam berakhir berdering, serangan segera dilancarkan ke segala penjuru kota. Dalam penyerangan ini Letkol Soeharto langsung memimpin pasukan dari sektor barat sampai ke batas Malioboro.

Wilayah barat dipimpin Ventje Sumual, Selatan dan Timur dipimpin Mayor Sardjono, Utara oleh Mayor Kusno . Di wilayah kota sendiri ditunjuk Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki sebagai pimpinan. TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Tepat pukul 12.00 siang, pasukan TNI mengundurkan diri.

Latar belakang terjadinya serangan umum 1 maret

Setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II pada bulan desember 1948, TNI mengambil keputusan untuk melakukan perlawanan dengan menggunakan siasat perang gerilya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah sipil serta segenap rakyat Indonesia TNI mulai menyusun strategi guna melakukan pukulan balik terhadap tentara Belanda yang dimulai dengan memutuskan telepon, merusak jalan kereta api, menyerang konvoi Belanda, serta tindakan sabotase lainnya.

Menghadapi perlawanan perang gerilya TNI tersebut, Belanda terpaksa harus memecah kekuatannya untuk mengamankan jalan-jalan yang menghubungkan antar kota dengan memperbanyak pos-pos penjagaan. Dengan situasi yang demikian memudahkan bagi pasukan TNI untuk melakukan serangan terhadap Belanda.

Kondisi Indonesia yang seperti itu mendapat perhatian dari PBB sehingga membentuk badan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) untuk menjadi pihak penengah dan berusaha untuk mendamaikan antara Indonesia-Belanda. Dilain pihak Belanda melakukan propaganda dengan menyampaikan bahwa negara Indonesia sudah tidak ada lagi, pemerintahannya sudah tidak ada (Belanda telah menangkap dan mengasingkan para pemimpin Indonesia : Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan lain-lain).

Panglima Besar Soedirman mendengar berita tentang propaganda Belanda tersebut menginstruksikan kepada para Panglima Divisi untuk memikirkan langkah-langkah yang harus diambil untuk memutarbalikkan propaganda Belanda tersebut. Oleh karena itu direncanakan untuk melaksanakan suatu serangan yang spektakuler sehingga tidak dapat disembunyikan oleh Belanda, harus dapat diketahui oleh dunia internasional terutama UNCI serta wartawan-wartawan asing yang sedang berada di Indonesia agar dapat disebarluaskan ke seluruh dunia. Dari perencanaan itu akhirnya diputuskan untuk melakukan serangan spektakuler terhadap satu kota besar yaitu Yogyakarta sebagai Ibu kota Indonesia yang telah dikuasai Belanda bersamaan dengan serangan terhadap kota-kota di sekitar Yogyakarta agar tidak dapat memberikan bantuan pada kekuatan Belanda di Yogyakarta. Dan untuk dapat diketahui oleh dunia internasional, Wakil Kepala Staf Angkatan Perang berkoordinasi dengan pemancar radio yang dimiliki oleh AURI serta Kantor Pemerintah Pusat.

Keputusan untuk melakukan penyerangan terhadap Kota Yogyakarta didasarkan pada pertimbangan bahwa :
Kota Yogyakarta adalah Ibu Kota Republik Indonesia, sehingga apabila TNI berhasil merebut dan menduduki Walau hanya untuk beberapa jam akan dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perjuangan Indonesia melawan Belanda.
Pada saat itu sedang banyak berkumpul wartawan asing yang menginap di Hotel Merdeka, dan juga masih terdapat delegasi UNCI serta pengamat militer dari PBB.
Kota Yogyakarta berada di wilayah Divisi III/GM III sehingga tidak perlu persetujuan Panglima/GM serta semua pasukan memahami dan menguasi situasi daerah operasi.



Serangan umum 1 Maret 1949 memiliki arti penting bagi perjuangan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Meskipun serangan itu hanya mampu menguasai Jogjakarta sekitar enam jam, namun dampaknya cukup besar, yaitu:

a. menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Pemerintah RI dan TNI masih ada,

b. mendukung perjuangan diplomasi pemerintah RI di forum PBB,

c. mendorong terjadinya perubahan sikap Amerika Serikat yang berbalik menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan pihak RI,

d. meninggikan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya, dan

e. mematahkan moral dan semangat pasukan Belanda.


Serangan Umum 1 Maret 1949 membawa dampak yang sangat besar bagi pihak Indonesia yang sedang bersidang di Dewan Keamanan PBB. Serangan ini menjadi bukti keberadaan dan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB serta membuka mata dunia Internasional bahwa TNI tidak hancur seperti yang digembar-gemborkan Belanda. Kemenangan ini juga berhasil mempertinggi moril dan semangat juang pasukan gerilya TNI di wilayah-wilayah lain.

Makanan Khas yang Cuma Ada Saat Bulan Puasa Ramadhan



 Salah satu tradisi ketika Ramadhan tiba adalah berburu kuliner menjelang buka puasa. Kuliner Ramadhan ini menjadi salah satu khazanah kekayaan kuliner nusantara. Banyak tradisi yang menyertai kekhasan kuliner ini terutama dari sisi budaya lokal Indonesia. Kuliner tradisi ini dimiliki oleh hampir seluruh nusantara dari sabang sampai merauke. Keistimewaan setiap daerah akan kuliner dan pengaruh rempah yang berlimpah menambah keragaman kulinernya.

1. Kurma



Kuliner satu ini memang bukan khas Indonesia, tapi erat kaitannya dengan penganan buka bagi masyarakat kita. Kuliner sarat gizi ini sudah menjadi penganan yang mendunia. Konon tanaman kurma ini berasal dari bantaran sungai Nil. Manfaat kurma antara lain menjaga kesehatan tulang dan gigi, mengurangi reaksi alergi, membekukan darah, mengatasi anemia, mencegah stroke dan jantung koroner karena mengandung kalium, melancarkan buang air, menjaga kesehatan mata,dll. Kurma juga mempunyai kadar gula alami yang baik dan menyehatkan.

2. Kolak



Kuliner ramadhan yang selanjutnya adalah sebuah minuman yang sangat erat kaitannya dengan menu buka puasa, hal ini karena kolak mempunyai rasa yang sangat manis sehingga sangat bagus jika di jadikan minuman berbuka puasa.

Isi dari minuman kolak ini bisa sangat ramai, tergantung selera. Biasanya isi yang umum dari minuman khas ramadhan ini adalah pisang, ubi jalar dan bisa di kombinasikan dengan roti, selanjutnya di beri kuah yang manis.

Tentu saja setiap daerah pada masa bulan ramadhan, memasukkan kolak sebagai menu buka puasanya.

Sampai saat ini, kolak yang paling di kenal banyak orang atau populer adalah kolak pisang. Bahkan kolak pisang ini sangat pas jika di hidangkan pada saat berbuka puasa, terlebih lagi jika makanan khas ramadhan ini di beri tambahan es.

3. Kolang-kaling



Cemilan berbentuk lonjong transparan yang berasal dari biji pohon aren, berbentuk pipih dan mempunyai getah. Kolang-kaling ini memiliki kadar air yang sangat tinggi, protein, karbohidrat abu dan serat kasar. Selain itu mempunyai manfaat memperlancar pencernaan manusia. Kolang-kaling biasanya diolah sebagai makanan ringan yang diolah dengan sirup, pewarna, dan gula. Kuliner satu ini menjadi favorit di setiap puasa maupun idul fitri.

4. Cendol



Cendol merupakan salah satu minuman khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan gula merah, santan dan es batu yang diserut sebagai pelengkap. Jika di daerah jawa Tengah lebih akrab disebut Es Dawet.  Dalam bahasa Sunda asal muasal kata cendol ini merujuk dari kata “jendol” yang artinya muncul atau “ngajendol” yakni ada butiran yang muncul ketika masuk ke mulut seperti agar agar. Warna hijau dari cendol ini berasal dari daun pandan. Di jawa Barat cendol ini dibuat dengan cara menguyak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan yang berbentuk bulat lonjong lancip ujungnya terbuat dari anyaman bambu.

5. Bubur pedas



Bubur pedas Melayu khas kepulauan Natuna ini walaupun namanya bubur pedas tetapi masakan ini tidak seperti namanya karena untuk menikmatinya sambalnya sudah di pisahkan seperti layaknya bakso ataupun soto sedap. Jika sedang berkunjung ke Pulau Natuna di bulan Ramadhan, menu hidangan ini sangat mudah kita jumpai.

6. Gulai Kakuwah



Gulai kakuwah juga merupakan salah satu makanan khas bulan ramadhan yang juga banyak dicari orang. Selain memang sangat enak, kuliner yang satu ini juga merupakan makanan tradisi untuk sahur di daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Makanan khas bulan ramadhan ini dibuat menggunakan berbagai jenis ikan laut maupun ikan air tawar yang mahal seperti tengiri, gemolo dan ikan kurau yang dimasak memakai kuah, tetapi kuahnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu kering.

Tetapi tidak semua warga bisa memasak makanan ini, karena harga ikan untuk membuatnya termasuk makanan mahal.

7. Ketan Bintul



Ketan bintul adalah kuliner khas Ramadhan dari kota Serang, Banten. Berbahan baku nasi ketan yang dihaluskan, disajikan bersama sepotong daging sapi berikut gulainya. Konon kehadiran ketan bintul sebagai menu Ramadhan ini sudah dimulai sejak 15 abad yang lalu, dan menjadi kesukaan para raja Banten.

Ketan bintul juga diketahui sebagai makanan kegemaran Sultan Maulana Hasanuddin, seorang pangeran yang menjadi panutan masyarakat kerajaan Banten pada waktu itu. Maka sejak rakyat mengetahui seorang Sultan juga menyukai ketan bintul, makaa sejak itulah mulai menjadi budaya. Bila seseorang berbuka puasa dengan ketan bintul, maka seakan-akan menghargai dan menghormati Sultan.

8. Sate Susu



Sate susu ini adalah salah satu kuliner ramadan yang khas Bali. Sate susu ini mungkin kurang familiar tetapi sesungguhnya diambil dari bagian susu sapi ini dipercaya punya khasiat untuk menambah stamina, seperti minum susu. Untuk menambah kenikmatannya, sate susu akan dihidangkan bersama sambal plecing khas Bali. Harga per porsi sekitar 15 rbu per porsinya. Sate ini dipercaya juga dapat memberi tenaga yang cukup bagi yang mengonsumsi sehingga cocok disantap saat bedug magrib alias buka puasa.

9. Kicak



Kicak berasal dari kota keraton Yogyakarta. Kicak adalah salah satu makanan yang sangat khas dan cukup populer di bulan Ramadan. Kuliner  khas  ramadan ini hanya bisa dijumpai saat bulan puasa tiba. Biasanya menu makanan ini banyak dijajakan di daerah Kauman yang merupakan asal muasal makanan ini dibuat.

Makanan Kicak menggunakan bahan dasar beras ketan. Ketan yang sudah ditanak kemudian dihaluskan sehingga mirip dengan jadah atau gemblong. Kemudian dicampur kelapa parut dan potongan buah nangka sebagai pelengkapnya. Rasa manis dan aroma wangi nangka membuat penganan ini makin enak. Apalagi penyajiannya dibungkus dengan daun pisang.
 Jika Kicak saat ini dibuat menggunakan ketan, maka di jaman dahulu, Kicak dibuat dari singkong yang diparut yang dimasak dan dicampur dengan bahan-bahan lain.


10. Bangka Kopyor



Kuliner tradisi Ramadhan asal Gresik ini merupakan kepanjangan dari bubur nangka dan kelapa kopyor. Dibuat menggunakan bahan baku tepung terigu, buah kelapa, pisang, nagka, santan kelapa, dan roti tawar.

11. Gulai Tutut



Gulai siput atau tutut, jika diluar negri makanan khas bulan ramadhan ini bisa jadi sebagai pembuka tapi di Indonesia lebih sebagai makanan utama.

Gulai siput ini merupakan makanan khas Tanjungpinang, Kepuluan Riau yang hanya bisa dijumpai di bulan Ramadhan. Begitu juga dengan gulai tutut di Jawa Barat. Gulai yang dihidangkan sebagai lauk saat berbuka puasa ini banyak digemari karena rasanya gurih dan lezat.

Selain enak, makanan khas bulan ramadhan ini juga bermanfaat bagi penderita penyakit kuning atau liver. Manfaat lain dari siput ini mengandung vitamin A, E, niacin atau vitamin B yang berperan penting dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, migrain dan vertigo dan juga mengandung folat.

12. Mie Glosor



Setiap bulan Ramadan tiba, mie glosor selalu menjadi menu tajil berbuka puasa di kota Bogor. Ramadan identik dengan mie glosor karena hampir semua orang mencari menu yang satu ini.Dari namanya saja makanan yang satu ini sudah membuat penasaran orang untuk mencobanya. Mie glosor sekilas sama dengan mie kuning yang sering kita jumpai. Yang membedakan hanya bahan bakunya. Jika mie kuning biasa terbuat dari tepung terigu, maka mie glosor ini  menggunakan adonan tepung sagu atau aci dan tambahan kunyit untuk membuat warnanya menjadi lebih  kuning.

Jaman dahulu mie ini  banyak dijual sebagai jajanan biasa namun seiring berjalannya waktu mie khas Bogor ini sekarang hanya dikonsumsi di saat bulan Ramadan saja.

Mengolah mie glosor tidakah sulit. Semua orang bisa membuatnya. Mie yang sudah jadi dimasak dengan sayuran kol yang dipotong kecil2. Kemudian ditumis dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah dan bawang putih dan merica sama halnya ketika kita membuat mie goreng hanya tidak ditambahkan kecap.

Mie glosor biasanya disajikan bersama sambal kacang yang pedas yang diguyurkan diatas mie. Gorengan seperti Bakwan dan tempe adalah salah satu pendamping favorit mie glosor.  Di Bogor mie glosor selain bisa ditemukan di sepanjang jalan Bangbarung, kalian juga bisa mampir di setiap jalan yang menyediakan jajanan buka puasa di sepanjang pingir jalan seperti daerah Jembatan merah, Surya Kencana, Lodaya, dan masih banyak lagi.

13. Pakat



Pakat adalah kuliner tradisi khas Masyarakat Tapanuli yang sering muncul di bulan ramadan. Makanan ini terbuat dari rotan yang disebut sebagai pakat. Pakat itulah makanan khas yang hanya dapat Anda jumpai di kota Medan selama bulan Ramadan.

Makanan ini berasal dari rotan. Namun tentu saja bukan rotan yang biasa Anda lihat untuk membuat anyaman, karena rotan yang digunakan di sini adalah rotan yang berusia muda. Untuk membuat pakat terbilang sederhana, rotan – rotan muda yang telah dipotong – potong ukuran 1 centimeter dibakar diatas tungku selama sekitar 1 jam.

Setelah dipastikan masak, rotan muda dikupas dan diambil bagian dalamnya berwarna putih. Daging rotan kemudian dipotong – potong berukuran 5 centimeter. Untuk menambah kenikmatan, rotan muda kemudian dibubuhi dengan santan.

14. Sirup



Bulan Ramadhan adalah bulan di mana kita sebagai umat muslim menunaikan ibadah puasa, pastinya rasa lapar dan haus akan menyerang kita.

Oleh karena itu saat buka puasa kita butuh yang manis dan menyegarkan seperti Sirup ini. Kita lihat saja saat di bulan Ramadhan, pasti banyak iklan Sirup di televisi.

Hal tersebut menandakan jika memang Sirup merupakan salah satu minuman khas Ramadhan yang paling ramai untuk di konsumsi.

Memang kalau dari segi iklan, Sirup memang sangat menggoda. Tapi memang benar teman-teman, terlebih lagi jika Sirup di campur dengan es batu, susu, pastinya seger banget.

15. Kue Bingka



Anda yang belum pernah ke Banjarmasin dan mencicipi panganan yang biasanya laris manis dijual di bulan Ramadan yaitu kue Bingka. Kue ini merupakan kue dari ciri khas suku banjar di kalimantan. Kue ini biasa dibuat dalam bentuk bunga berkelopak enam. Bentuk yang menarik ini biasanya segera menarik perhatian calon pembeli. Di daerah asalnya, Suku Banjar biasa menyantap kue ini sebagai hidangan berbuka puasa.

16. Sotong Pangkong



Makanan khas bulan puasa di kota Pontianak ini merupakan berbahan dasar cumi-cumi. Untuk dijadikan makanan yang bernama Sotong pakong ini, cumi-cumi yang menjadi bahan dasar dari makanan ini di keringkan lalu kemudian dibakar. Setelah dibakar, cumi ini lali dipukul-pukul menggunakan palu. Nah inilah yang menjadikan makan ini unik, karena ada prosesi memalu cumi yang membuat cumi ini menjadi gepeng atau tipis. Untuk rasa, sotong ini memiliki rasa yang gurih.

Mau cari sotong pakong? Anda hanya bisa menemukannya di sepanjang Jalan Merdeka, kota Pontianak. Ingat, harus dibulan puasa ya. Karena jika Anda datang dibulan lain, bisa dipastikan Anda kan gigit jari karena tidak menemukan makanan ini.

17. Pisang Ijo



Makanan yang satu ini bisa dibilang sudah terkenal di seluruh Indonesia. Ya, pisang Ijo ini bisa dibilang sudah terkenal karena bisa ditemukan dimana-mana. Es Pisang ijo ini merupakan makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dinamakan pisang ijo karena, pisang ini dilapisi dengan lembaran dadar yang terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi pewarna hijau dari air daun suji atau pandan.

Cara membuat Pisang Ijo tergolong mudah. Pisang yang sudah dibungkus dadar hijau diiris tipis-tipis, lalu diberi tambahan bubur sum-sum, es serut, kuah santan, dan sirup coco pandan atau frambozen. Sensasi dingin es serut dan perpaduan rasa gurih dan manis Pisang Ijo akan melepas dahaga kita usai berpuasa sehari penuh.

Pertempuran Ambarawa dan Penyebabnya




Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945 dan berakhir sampai dengan tanggal 15 Desember 1945, antara pasukan TKR (indonesia) melawan pasukan sekutu (inggris). Ambarawa merupakan sebuah kota yang terletak diantara dua kota  yakni Semarang dan magelang, juga diantara Semarang dan Salatiga.

Penyebab Terjadinya Pertempuran Ambarawa

Peristiwa ambarawa ini dilatarbelakangi oleh mendaratnya pasukan Inggris dari Divisi India ke-23 di kota Semarang pada tanggal 20 oktober 1945. Pemerintah Indonesia memperkenankan sekutu untuk mengurus tawanan perang yang saat itu berada di penjara Magelang dan Ambarawa.

Kedatangan pasukan Inggris kemudian diikuti oleh pasukan NICA. Sekutu mempersenjatai para bekas tawanan perang Eropa tersebut, sehingga pada tanggal 26 Oktober 1945 terjadi sebuah insiden dikota Magelang yang kemudian sampai pada puncaknya terjadi pertempuran antara pasukan TKR melawan pasukan sekutu (Inggris).

Insiden tersebut bisa reda berakhir setelah Presiden Ir. Soekarno (indonesia) dan Brigadir Jenderal Bethell (Sekutu) datang ke Magelang pada tanggal 2 November 1945. Akhirnya mereka mengadakan perundingan gencatan senjata dan memperoleh kata sepakat  antara kedua pihak yang dituangkan da1am 12 pasal. Naskah persetujuan tersebut berisi antara lain adalah sebagai berikut:

a.Pembebasan lalu lintas di jalan Ambarawa - magelang bagi pihak Indonesia maupun pihak Sekutu.
b. Pihak Sekutu tetap akan menempatkan pasukannya di kota Magelang. Hal tersebut bertujuan untuk mengurus evakuasi dan melindungi pasukan sekutu yang menjadi tawanan saat penjajahan Jepang.
c. Pihak Sekutu tidak mengakui aktivitas badan-badan yang dibawanya, termasuk pasukan NICA.
d. Pembatasan dilakukan terhadap jumlah pasukan dari pihak Sekutu.
e. Palang Merah (Red Cross) yang menjadi bagian dari pasukan Inggris.


Kronologi Pertempuran Ambarawa

Pada tanggal 20 November 1945 di Ambarawa terjadi pertempuran antara TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto melawan tentara Sekutu. Untuk memperkuat pertahanan mereka di Ambarawa, pasukan bantuan Sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa dengan dilindungi oleh pesawat-pesawat mereka.

Pertempuran pecah di dalam kota pada tanggal 22 November 1945. Pasukan sekutu melakukan pemboman terhadap kampung-kampung di sekitar Ambarawa. Pasukan TKR bersama pasukan-pasukan pemuda yang berasal dari Salatiga, Kartusura dan Boyolali bertahan di kuburan Belanda, sehingga membentuk garis pertempuran sepanjang rel kereta api dan membelah kota Ambarawa.

Pada tanggal 21 November 1945 dari arah Magelang pasukan TKR dari Divisi V Purwokerto di bawah pimpinan Imam Adrongi melakukan serangan fajar dengan tujuan menyerang pasukan Sekutu yang berkedudukan di desa Pingit. Pasukan Imam Adrongi akahirnya berhasil menduduki Pingit, kemudian merebut desa-desa sekitarnya.

Pasukan Imam Adrongi terus meneruskan gerakan pengejaran terhadap tentara Sekutu. Pasukan Imam Adrongi mendapat bantuan 3 batalyon yang berasal dari Yogyakarta, yaitu  batalyon 8 di bawah pimpinan Mayor Sardjono, batalyon 10 Divisi III di bawah pimpinan Mayor Soeharto, dan Batalyon Sugeng. Tambahan pasukan TKR ini mengakibatkan kedudukan Sekutu semakin terkepung.

Sekutu masih mencoba keluar dari pengepungan tersebut. Pasukan Sekutu melakukan gerakan serangan dari belakang dengan menggunakan tank-tanknya. Untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban, pasukan Indonesia diperintahkan oleh masing-masing komandannya untuk mundur ke Bedono.

Gerakan pasukan Sekutu akhirnya berhasil ditahan, setelah bantuan dari resimen kedua di bawah Batalyon Posisi Istimewa di bawah pimpinan Onie Sastroatmodjo dan pimpinan M. Sarbini serta batalyon dari Yogyakarta datang. Gerakan Sekutu berhasil ditahan di desa Jambu.

Setelah berhasil menahan laju Sekutu, pasukan TKR kemudian mengadakan rapat kordinasi di desa Jambu, dipimpin oleh Kolonel Holland Iskandar. Dari rapat tersebut berhasil membentuk suatu komando, yang disebut Markas Pimpinan Pertempuran yang berlokasi di Magelang. Sejak saat itu medan pertempuran Ambarawa dibagi menjadi 4 sektor, yaitu sektor Barat, Utara, Timur dan Selatan.

Pada tanggal 26 November pimpinan pasukan yang berasal dari Purwokerto, Kolonel Isdiman gugur. Sejak gugurnya kolonel Isdiman, kolonel Sudirman selaku panglima divisi pasukan di Purwokerto, mengambil alih tampuk kepemimpinan kolonel Isdiman.

Kolonel Sudirman memutuskan mengumpulkan para komandan dari berbagai sektor pada tanggal 11 Desember 1945. Masing-masing pimpinan sektor melaporkan kondisi dan situasi masing-masing sektor. Laporan-laporan tersebut membawa kolonel Sudirman ke dalam suatu kesimpulan, bahwasanya pasukan Sekutu telah terdesak dan perlu segera dilaksanakan serangan akhir.

Rencana serangan akhir disusun sebagai berikut:
a. Masing-masing komandan sektor memimpin pelaksanaan serangan.
b. Serangan mendadak dan serentak dari semua sektor
c. Pasukan badan-badan perjuangan (laskar) menjadi pasukan cadangan.
d. Ditentukan hari serangan adalah 12 Desember jam 04.30 pagi.

Memasuki tanggal 12 Desember 1945, pasukan TKR bergerak menuju sasaran masing-masing. Dalam kurun waktu setengah jam pasukan TKR mengepung kedudukan musuh dalam kota. Diperkirakan pertahanan musuh yang terkuat di benteng Willem (di tengah kota Ambarawa).

Ketika penyerangan itu dilakukan, kota Ambarawa dikepung oleh pasukan TKR selama 4 hari 4 malam. Sekutu yang merasa kedudukannya terdesak, berusaha keras untuk menyerang balik. Gempuran yang dilakukan sekutu tidak mampu mematahkan perlawanan rakyat Indonesia.

Tanggal 15 Desember, Sekutu berhasil mengevakuasi rombongan interniran terakhir ke Semarang, Brigadir Bathell juga memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya dari Ambarawa dan daerah pegunungan, untuk memperkuat pertahanan mereka di kota Semarang. Dengan demikian, selain kota Semarang dikatakan wewenang pemerintahan di seluruh Jawa Tengah berada di tangan rakyat Indonesia.

Kemenangan rakyat Indonesia ketika Pertempuran Ambarawa ini memiliki arti yang sangat penting, karena letak dari kota tersebut yang strategis. Apabila musuh berhasil menguasai Ambarawa, akan mengancam tiga kota utama Jawa Tengah, yaitu Magelang, Surakarta dan terutama Yogyakarta, sebagai tempat kedudukan Markas Tertinggi TKR.

Tokoh yg Berperan Penting dalam pertempuran Ambarawa:

a. Letkol Isdiman, gugur medan pertempuran ambarawa.
b. Kolonel Sudirman, pemimpin pasukan Indonesia menggantikan Isdiman yang gugur dahulu.
c. M Sarbini, Pemimpin TKR Resimen magelang.
d. Brigadir Bethel, Pemimpin tentara Inggris.



Sejarah Hari Lahir Pancasila Yang diperingati tanggal 1 juni




 Tiga setengah abad lebih, bangsa kita dijajah bangsa asing.
Tahun 1511 Bangsa Portugis merebut Malaka dan masuk kepulauan Maluku, sebagai awal sejarah buramnya bangsa ini, disusul Spanyol dan Inggris yang juga berdalih mencari rempah - rempah di bumi Nusantara. Kemudian Tahun 1596 Bangsa Belanda pertama kali datang ke Indonesia dibawah pimpinan Houtman dan de Kyzer. Yang puncaknya bangsa Belanda mendirikan VOC dan J.P. Coen diangkat sebagai Gubernur Jenderal Pertama VOC.

Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 9 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia, sebab tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah melawan tentara Sekutu.

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat tersebut sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama tersebut yang dibicarakan khusus mengenai dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama tersebut 2 (dua) Tokoh membahas dan mengusulkan dasar negara yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai calon dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu :
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat

Selain secara lisan M. Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yaitu :
Ketuhanan Yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno (Bung Karno) mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaitu :
Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
Internasionalisme (Perikemanusiaan)
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama PANCASILA, lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
Sosio nasionalisme
Sosio demokrasi
 Ketuhanan.
Selanjutnya oleh Bung Karno tiga hal tersebut masih bisa diperas lagi menjadi Ekasila yaitu GOTONG ROYONG.

Selesai sidang pembahasan Dasar Negara, maka selanjutnya pada hari yang sama (1 Juni 1945) para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945.

Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas 8 orang, yaitu:
Ir. Soekarno
Ki Bagus Hadikusumo
K.H. Wachid Hasjim
Mr. Muh. Yamin
M. Sutardjo Kartohadikusumo
Mr. A.A. Maramis
R. Otto Iskandar Dinata dan
Drs. Muh. Hatta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujui dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul - usul/ Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu: Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr.Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin. Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA.

Dalam sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan pada Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan mem-Proklamasi-kan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama :
Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan)
Memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang sangat panjang, sehingga sebelum mengesahkan Preambul, Drs. Muhammad Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan.

Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan 'Yang Maha Esa'.

Karena dalam mencapai kemerdekaan, bukan hanya dari kalangan muslim saja melainkan perjuangan dari agama agama lain diindonesia. Piagam Jakarta diterima BPUPKI dalam sidangnya yang kedua tanggal 14 Juli 1945, setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya, kemudian badann ini dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (dokuritsu junbi inkai) dengan ketua Ir.Soekarno dan wakilnya Drs.Mohammad Hatta, pada tanggal 18 agustus 1945 sidang PPKI menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Mengesahkan UUD 1945 sebagai UUD negara RI
2. Memilih presiden Ir.Soekarno dan wakil presiden Drs.Mohammad Hatta
3. Membentuk Komite Nasional Indonesia sebagai badan Musyawarah darurat

Pancasila ditetapkan menjadi dasar falsafah, ideologi RI pada tanggal 18 Agustus 1945, yaitu ketika pembukaan dan UUD 1945 disahkan oleh PPKI. Hal itu dilakukan setelah dipikirkam di Musyawarahkan dan diolah secara matang oleh pemimpin dan para cendekiawan nasional. Sesuai dengan sistem pengambilan keputusan yang berlaku di Indonesia sejak dahulu. Kelima sila itu dimusyawarahkan dan akhirnya tercapai suatu kemufakatan bahwa pancasila dijadikan sebagai Dasar Negara.

Sudah sebagaiman mestinya kita sebagai generasi penerus bangsa menghayati,mengamalkan pancasila dalam kehidupan berbangsa,bernegara, serta bermasyarakat dan menjadikan pancasila sebagai bagian diri kita untuk meningkatkan semangan nasionalisme.

Pertempuran Bojong Kokosan



 Pertempuran ini terjadi pada tanggal 9 desember 1945. Sebab terjadinya pertempuran ini adalah sekutu melanggar kesepakatan dalam pembebasan tawanan perang (APWI) dan mengirim perbekalan yg di datangkan dari jakarta kr camp camp sekutu tanpa melibatkan TKR, maka terjadilah penghadangan terhadap konvoi sekutu. Penghadangan ini dipimpin oleh Mayor Yahya bahkan didampingi kapten Murad Idrus.

Desa Bojong Kokosan merupakan tempat terjadinya peristiwa Perang Konvoi atau lebih dikenal dengan Pertempuran Bojong Kokosan melawan tentara Inggris dan NICA pada tahun 1945 sampai 1946.

Pertempuran Bojong Kokosan ini merupakan perang konvoi pertama (The First Convoy Battle) dan menjadi cikal bakal dari peristiwa Bandung Lautan Api.

Terjadinya Pertempuran Bojong Kokosan dimulai ketika pasukan tentara Inggris, Gurkha, dan NICA sebanyak satu batalyon berusaha masuk ke Sukabumi.

Kedatangan tentara sekutu ke Sukabumi dilatarbelakangi oleh tiga tujuan utama yaitu, mengambil tawanan Jepang di daerah Sukabumi dan sekitarnya, memberikan bantuan ke Bandung yang pada saat itu sedang terjadi pergolakan antara pihak pemuda dengan tentara sekutu dan menjaga kelancaran hubungan jalan darat antara Bogor-Sukabumi-Cianjur.

Peristiwa di Bojong Kokosan merupakan salah satu faktor penyebab dari peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946.

Hal ini disebabkan karena ditinjau dari strategi nasional, daerah jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Bandung merupakan urat nadi kekuatan sekutu untuk menguasai daerah yang dilalui jalur tersebut.

Pertempuran Bojong Kokosan atau perang konvoi ini terjadi dalam dua periode. Pertama terjadi pada tanggal 9 sampai 12 Desember 1945, kedua terjadi dari tanggal 10 sampai 14 Maret 1946.

Dimana  pertempuran ini berawal dari berita yang diterima prajurit TKR Sukabumi di Pos Cigombong tentang kedatangan tentara Inggris, Gurkha, dan NICA yang berusaha memasuki wilayah Sukabumi.

Pimpinan Kompi III saat itu, Kapten Murad dan laskar rakyat Sukabumi segera menghadang dan menduduki tempat pertahanan di pinggir tebing utara dan selatan jalan di Bojongkokosan.

Dalam rangka mengenang pertemepuran bojong kokosan, pemerintah memabangun situs museum dan monumen Bojong Kokosan sebagai tanda pengharagaan kepada para pejuang yang telah bertempur melawan sekutu pada Pertempuran Bojong Kokosan. Pembangunan palagan perjuangan 1945 di Bojong Kokosan ini dilakukan secara swa-kelola oleh pemerintah daerah Jawa Barat.



Museum ini diresmikan pada 13 November 1992 oleh R. Moh. Yogie Suardi Memet, Gubernur Jawa Barat yang menjabat pada tahun 1985 hingga 1993. Koleksi utama museum ini adalah diorama, puing pesawat RAF, senjata laras panjang Lee Enfield, senjata laras pendek VOC, helmet pasukan sekutu dan TKR, serta pedang dan golok pasukan kelaskaran rakyat. Palagan Bojong Kokosan merupakan ikon kebanggaan masyarakat Bojong Kokosan, Sukabumi

Biografi Tokoh Islam di Indonesia

Biografi Tokoh Islam di Indonesia


 Tokoh Islam berikut ini sangat berperan besar dalam menjaga dan memperbarui Islam di Indonesia. Mereka mendirikan organisasi Islam sebagai sarana perubahan dalam berbagai bidang kehidupan.

Di antara nya adalah sebagai berikut:

1. KH Ahmad Dahlan

”Sejak umur 15 tahun, saat saya berdiam di rumah Tjokroaminoto,” cerita Bung Karno, “saya telah terpukau dengan KH Ahmad Dahlan.” Bung Karno bahkan menjadi anggota Muhammadiyah dan pernah menyatakan keinginan “dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan.”

Muhammadiyah, salah organisasi Islam terpenting di Indonesia, didirikan Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Tujuannya, “menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumiputera” dan “memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya”. Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan, kesehatan, dan pendidikan ketimbang politik. Dari ruang gerak terbatas di Kauman, Yogyakarta, organisasi ini kemudian meluas ke daerah lain, termasuk luar Jawa.

Dahlan lahir di Kauman, Yogyakarta, pada 1 Agustus 1868 dengan menyandang nama kecil Muhammad Darwis. Ayahnya, KH Abubakar, seorang khatib masjid besar di Kesultanan Yogyakarta, sedangkan ibunya, Siti Aminah, putri seorang penghulu. Praktis, sejak kecil, dia mendapat didikan lingkungan pesantren serta menyerap pengetahuan agama dan bahasa Arab.

Ketika menetap di Mekah, di usia 15 tahun, dia mulai berinteraksi dan tersentuh dengan pemikiran para pembaharu Islam. Sejak itu, dia merasa perlunya gerakan pembaharuan Islam di kampung halamannya, yang masih berbaur dengan sinkretisme dan formalisme.

Mula-mula dengan mengubah arah kiblat yang sebenarnya, kemudian mengajak memperbaiki jalan dan parit di Kauman. Robert W Hefner, Indonesianis asal Amerika Serikat, menyebut Dahlan merupakan sosok pembaharu Islam yang luar biasa di Indonesia, bahkan pengaruhnya melampaui batas puncak pemikiran Muhammad Abduh dari Mesir.

KH Ahmad Dahlan wafat di Yogyakarta pada 23 Februari 1923 dan dimakamkan di Karang Kuncen, Yogyakarta.


2. Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy'ari

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’ari, bagian belakangnya juga sering dieja Asy’ari atau Ashari, lahir 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H) dan wafat pada 25 Juli 1947; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang, adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.

Riwayat Keluarga KH Hasyim Asy’ari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). Hasyim adalah putra ketiga dari 11 bersaudara.

Namun keluarga Hasyim adalah keluarga Kyai. Kakeknya, Kyai Utsman memimpin Pesantren Nggedang, sebelah utara Jombang. Sedangkan ayahnya sendiri, Kyai Asy’ari, memimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Dua orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar-dasar Islam secara kokoh kepada Hasyim.

Sejak anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasan Hasyim memang sudah nampak. Di antara teman sepermainannya, ia kerap tampil sebagai pemimpin. Dalam usia 13 tahun, ia sudah membantu ayahnya mengajar santri-santri yang lebih besar ketimbang dirinya. Usia 15 tahun Hasyim meninggalkan kedua orang tuanya, berkelana memperdalam ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain. Mula-mula ia menjadi santri di Pesantren Wonokoyo, Probolinggo. Kemudian pindah ke Pesantren PP Langitan, Widang, Tuban. Pindah lagi Pesantren Trenggilis, Semarang. Belum puas dengan berbagai ilmu yang dikecapnya, ia melanjutkan di Pesantren Kademangan, Bangkalan di bawah asuhan KH Cholil Bangkalan.

KH Hasyim Asyari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.

Tak lama di sini, Hasyim pindah lagi di Pesantren Siwalan, Sidoarjo. Di pesantren yang diasuh Kyai Ya’qub inilah, agaknya, Hasyim merasa benar-benar menemukan sumber Islam yang diinginkan. Kyai Ya’qub dikenal sebagai ulama yang berpandangan luas dan alim dalam ilmu agama. Cukup lama –lima tahun– Hasyim menyerap ilmu di Pesantren Siwalan. Dan rupanya Kyai Ya’qub sendiri kesengsem berat kepada pemuda yang cerdas dan alim itu. Maka, Hasyim bukan saja mendapat ilmu, melainkan juga istri. Ia, yang baru berumur 21 tahun, dinikahkan dengan Chadidjah, salah satu puteri Kyai Ya’qub. Tidak lama setelah menikah, Hasyim bersama istrinya berangkat ke Mekkah guna menunaikan ibadah haji. Tujuh bulan di sana, Hasyim kembali ke tanah air, sesudah istri dan anaknya meninggal.

Tahun 1893, ia berangkat lagi ke Tanah Suci. Sejak itulah ia menetap di Mekkah selama 7 tahun dan berguru pada Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, Syaikh Ahmad Amin Al Aththar, Syaikh Ibrahim Arab, Syaikh Said Yamani, Syaikh Rahmaullah, Syaikh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As Saqqaf, dan Sayyid Husein Al Habsyi. Tahun l899 pulang ke Tanah Air, Hasyim mengajar di pesanten milik kakeknya, Kyai Usman. Tak lama kemudian ia mendirikan Pesantren Tebuireng, Jombang. Kyai Hasyim bukan saja Kyai ternama, melainkan juga seorang petani dan pedagang yang sukses. Tanahnya puluhan hektar. Dua hari dalam seminggu, biasanya Kyai Hasyim istirahat tidak mengajar. Saat itulah ia memeriksa sawah-sawahnya. Kadang juga pergi Surabaya berdagang kuda, besi dan menjual hasil pertaniannya. Dari bertani dan berdagang itulah, Kyai Hasyim menghidupi keluarga dan pesantrennya.


Beliau juga di juluki sebagai Hadratussyaikh Indonesia. Keilmuan nan dimilikinya amat mumpuni, termasuk juga segi pandangnya berkenaan KeIndonesiaan nan modernis. Jiwa & semangat nan dipunyai dirinya juga sudah membukakan bangsa Indonesia pada gerbang kemerdekaan, lebih-lebih jikalau bukan resolusi Jihad nan ia teken, untuk mempertahankan Indonesia dari kehadiran agresor penjajah Belanda.

Hadratussyaikh pun adalah tokoh primer dibalik kelahiran Komite Hijaz, komitenya para ulama utk menyelamatkan ummat Islam dari sedang bingung & kebimbangan, diwaktu kekhalifahan Turki lepas kuasa atas Makkah Mukaromah. Terhadap hasilnya komite Hijaz ini jadi gerakannya para ulama Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia, nan disebut sbg Nadhlatul Ulama. Organisasi ini, adalah organisasi muslim paling besar SeIndonesia, bahkan global dgn anggota lebih dari 80 juta orang. Mewakili kaum tradisionalis muslim Indonesia. NU meruakan perpanjangan histori Wali Sanga nan mengabarkan Islam penuh bersama bahasa ahsan.


3. KH. Abdurrahman Wahid

Menyatakan nama-nama tokoh Islam, dapat senantiasa hampa tidak dengan menyebutkan nama KH. Abdurrahman Wahid. Gusdur panggilannnya, merupakan cucu dari Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, pernah serta dua musim memipin NU, & adalah tokoh Islam satu satunya bergelar Kyai nan sempat menduduki posisi puncak di RI yang merupakan Presiden Indonesia keempat menukar B.J Habibie. Kepemimpinannya mewakili muslim moderat & muslim nan amat sangat demokratis.

Terbukti dgn gebrakannya, melepas seluruh sekat belenggu kecurigaan antar sesama bangsa Indonesia, dimulai dari divestasi tapol napol Komunisme, pemulihan hak hak minoritas, termasuk juga serta mengakui etnis China yang merupakan bidang dari Republik Indonesia. Faktor ini menjadikan Gusdur sbg tokoh Islam satu satunya di global nan sebanding bersama tokoh pembesar agama lain di millenium ini. Gusdur juga jadi paras dari Muslim Subtantif. Merupakan mereka nan tidak mempermasalahkan formalisme dalam beragama.

Baginya, ungkapan formal dalam salam serta mampu di lokalisasi, berdasarkan situasi Maqoshid wal Makan, nan bermakan subtansi area. Aspek ini pernah memicu kontroversi terutama kontradiksi dari mereka nan bahagia bersama formalitas Agama. Di kecam tetapi dikasihi, merupakan pertanda seseorang tokoh hebat, tokoh ummat, & pejuang Islam nan mengabarkan kepada dunia, bahwa Islam yaitu agama damai.


4. Ahmad Surkati

Dalam Muktamar Islam I di Cirebon pada 1922, terjadi perdebatan antara Ahmad Surkati dari Al-Irsyad dan Semaun dari Sarekat Islam Merah. Temanya mentereng: “Dengan apa Indonesia ini bisa merdeka. Dengan Islamismekah atau Komunisme?” Perdebatan berlangsung alot. Masing-masing kukuh pada pendapatnya. Toh, ini tak mengurangi penghargaan di antara mereka. “Saya suka sekali orang ini, karena keyakinannya yang kokoh dan jujur bahwa hanya dengan komunismelah tanah airnya dapat dimerdekakan,” ujar Surkari.

Ahmad Surkati dilahirkan di pulau Arqu, daerah Dunggulah, Sudan, pada 1875. Sempat mengenyam pendidikan di Al-Azhar (Mesir) dan Mekah, Surkati kemudian datang ke Jawa pada Maret 1911. Ini bermula dari permintaan Jami’at Khair, organisasi yang didirikan warga keturunan Arab di Jakarta, untuk mengajar. Karena ketidakcocokkan, dia keluar serta mendirikan madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah di Jakarta pada 6 September 1914. Tanggal pendirian madrasah itu kemudian menjadi tanggal berdirinya Perhimpunan Al-Irsyad. Tujuan organisasi ini, selain memurnikan Islam, juga bergerak dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan.

Sejarawan Belanda G.F. Pijper dalam Beberapa Studi tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950 memandang hanya Al-Irsyad yang benar-benar gerakan pembaharuan yang punya kesamaan dengan gerakan reformis di Mesir sebagaimana dilakukan Muhammad Abduh dan Rashid Ridha. Dengan demikian, Surkati juga seorang pembaharu Islam di Indonesia. Sukarno bahkan menyebut Surkati ikut mempercepat lahirnya kemerdekaan Indonesia.

Ahmad Surkati wafat pada 6 September 1943. Sejak itu, perkembangan Al-Irsyad tersendat, sekalipun tetap eksis hingga kini.


5. Prof. Dr. Nurcholish Madjid

Nama-nama tokoh Islam dari sisi kecendikiawanan. Yakni Nurcholish Madjid, tokoh Islam nan membawakan gagasan Islam rasional, Islam berdasarkan prinsip pemikiran nonetif. Bisa Jadi inilah version pembacaan sekulerisasi Islam version Indonesia. Rencana Islam sekulernya pasti saja mendapat tantangan hebat dari rata rata ummat Islam nan tetap berada disimpang jalan transformasi. Apa nan dilakukan oleh Nurcholish Madjid, terhadap hasilnya coba menuturkan keadaan muslim sendiri di tengah negeri, sbg WNI, nan mesti lebih merah putih, dibanding lebih hijau. Slogannya Islam Yes Partai Islam No, menuturkan faktor itu.

Pemikirannya nan kepada hasilnya condong terhadap Liberalisme, digambarkan sbg terlampaui jauh atau keliwat lari ke depan dari pakem situasi keilmuan Indonesia. Sbg tokoh nan mewakili Cendikiawan Islam, gebrakan Nurcholish Madjid tidak main-main bermain, karena berhasil merangkul mereka nan abangan, utamanya para intelektual, untuk tekun menuntut ilmu Agama Islam. Buah karyanya, peninggalannya, yaitu Kampus Paramadina. Salah satu universitas nan giat jalankan kajian pada KeIslaman dari segi pandang mutakhir.


6.  KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA, atau dikenal dengan Din Syamsuddin (lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 31 Agustus 1958; umur 58 tahun), adalah seorang tokoh Muhammadiyah. Menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, jabatannya ini lalu digantikan oleh Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. Istrinya bernama Fira Beranata, dan memiliki 3 orang anak. Ia diamanati untuk menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat menggantikan Dr (HC). KH. Sahal Mahfudz yang meninggal dunia pada Jumat 24 Januari 2014.


7. Hamka, Ulama internasional, Ketua MUI, sastrawan

Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, pemilik nama pena Hamka  adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah sampai akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Ia meninggalkan pendidikannya di Thawalib, menempuh perjalanan ke Jawa dalam usia 16 tahun. Setelah setahun melewatkan perantauannya, Hamka kembali ke Padang Panjang membesarkan Muhammadiyah. Pengalamannya ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki diploma dan kritik atas kemampuannya berbahasa Arab melecut keinginan Hamka pergi ke Mekkah. Dengan bahasa Arab yang dipelajarinya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak. Kembali ke Tanah Air, Hamka merintis karier sebagai wartawan sambil bekerja sebagai guru agama sementara waktu di Medan. Dalam pertemuan memenuhi kerinduan ayahnya, Hamka mengukuhkan tekadnya untuk meneruskan cita-cita ayahnya dan dirinya sebagai ulama dan sastrawan. Kembali ke Medan pada 1936 setelah pernikahannya, ia menerbitkan majalah Pedoman Masyarakat. Lewat karyanya Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, nama Hamka melambung sebagai sastrawan. Selama revolusi fisik, Hamka bergerilya bersama Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menyusuri hutan pengunungan di Sumatera Barat untuk menggalang persatuan menentang kembalinya Belanda. Pada 1950, Hamka membawa keluarga kecilnya ke Jakarta. Meski mendapat pekerjaan di Departemen Agama, Hamka mengundurkan diri karena terjun di jalur politik. Dalam pemilihan umum 1955, Hamka dicalonkan Masyumi sebagai wakil Muhammadiyah dan terpilih duduk di Konstituante. Ia terlibat dalam perumusan kembali dasar negara. Sikap politik Maysumi menentang komunisme dan gagasan Demokrasi Terpimpin memengaruhi hubungannya dengan Sukarno. Usai Masyumi dibubarkan sesuai Dekret Presiden 5 Juli 1959, Hamka menerbitkan malalah Panji Masyarakat yang berumur pendek, dibredel oleh Sukarno setelah menurunkan tulisan Hatta—yang telah mengundurkan diri sebagai wakil presiden—berjudul “Demokrasi Kita”. Seiring meluasnya pengaruh komunis, Hamka dan karya-karyanya diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi pada 1964. Ia merampungkan Tafsir Al-Azhar dalam keadaan sakit sebagai tahanan. Seiring peralihan kekuasaan ke Suharto, Hamka dibebaskan pada Januari 1966. Ia mendapat ruang pemerintah, mengisi jadwal tetap ceramah di RRI dan TVRI. Ia mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Al-Azhar. Ketika pemerintah menjajaki pembentukan MUI pada 1975, peserta musyawarah memilih dirinya secara aklamasi sebagai ketua. Namun, Hamka memilih meletakkan jabatannya pada 19 Mei 1981, menanggapi tekanan Menteri Agama untuk menarik fatwa haram MUI atas perayaan Natal bersama bagi umat Muslim. Ia meninggal pada 24 Juli 1981 dan jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.


8. Dr. Meter. Natsir

Pak Natsir, begitulah dia disapa, di antara nama-nama tokoh Islam dalam sektor politik. Adalah tokoh Islam politik terkemuka terhadap dikala kemerdekaan. Dirinya sempat menjabat sbg menteri keungan Republik Indonesia, & bahkan Pertama Menteri Republik Indonesia. Pandangan politikna mewakili pandangan politik Pan Islamisme nan terhadap waktu itu tengah mendunia. Ia yakni putra daerah nan berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Sejak mungil, dirinya teramat dekat bersama lingkungan keagamaan. Dia sekolah di sekolah agama Islam nan dipimpin oleh para pengikut Haji Rasul. Dia menyelesaikan pendidikannya di AMS Bandung kepada 1930.

Setelah Itu, dirinya berguru pada Ahmad Hassan, nan yaitu tokoh organisasi Islam Persis. Meter. Natsir tidak sedikit berteman bersama para aktivis konvoi nasional seperti Sutan Syahrir. Interaksi ini membawanya kepada pemikiran fundamental tentang hakikat berislam & bernegara. Ia meyakini bahwa agama & negeri tidak mampu dipisahkan dalam menegakkan agama Allah.


9. DR. KH. Ma'ruf Amin

DR. KH. Ma'ruf Amin adalah seorang ulama besar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Rais 'Aam PBNU. Selain sebagai Ulama besar, ia sekaligus politisi di Indonesia yang sangat berpengaruh. Beliau mengemban jabatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2007 hingga 2010.

Dr. KH. Ma`ruf Amin lahir pada 11 Maret 1943 di Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Ayahnya bernama KH. Mohamad Amin, ulama besar di wilayah Barat Tangerang yang muridnya tersebar dipenjuru Banten.

Pendidikan di masa kecilnya, Ma`ruf jalani di Desa Kresek, Tangerang. Pagi Sekolah di SD, sorenya mengaji ke Madrasah Ibtidaiah (MI). Semasa pendidikan dasar, Ma`ruf juga sempat mondok selama enam bulan di Pesantren Citangkil, Silegon, Banten. Pesantren yang didirikan oleh KH. Syam`un Alwiah (1894-1949) menjadi Pesantren generasi pertama yang alumnusnya banyak melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar, Mesir. Salah-satunya adalah Prof. Dr. KH. Wahab Afif mantan Ketua MUI Banten 2001-2011 sekaligus mantan Dekan Fakultas Syariah IAIN Banten 1979-1985.

Saat berusia 12 tahun (1955), selepas pendidikan dasar dari Pesantren Citangkil, Ma`ruf merantau ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Kecenderungan anak muda di kampung Ma`ruf memang melanjutkan belajar ke Pesantren di Jawa Timur. Sebagian besar ke Tebu Ireng, sebagiannya lagi ke Pondok Modern Daarussalam, Gontor.

Kiyai amin (sang ayah) melarang putranya nyantri ke Gontor, kiyai amin lebih cocok dengan pesantren salafiah semacam Tebu Ireng. Alasan utamanya adalah bahwa KH. Hasim As`ari (salah satu pendidri NU) adalah murid Syiekh Nawawi Al-Bantani, ulama terkemuka asal Banten, yang menghabiskan banyak waktu mengajar di Makkah.

KH. Ma`ruf Amin masih memiliki kaitan kekerabatan dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani. Bukan keturunan langsung, saudara Syeikh Nawawi punya keturunan yang bersilsilah sampai kepada KH. Ma`ruf Amin. Kelak pada tahun 2001, KH. Ma`ruf Amin mendirikan Pesantren untuk melanjutkan perjuangan Syeikh Nawawi Al-Bantani. Namanya Pesantren An-Nawawi, berlokasi di Desa Tanara, Tirtayasa, Serang, Banten.

Di Tebu Ireng, Ma`ruf kecil memulai pendidikan dari jenjang dasar, Madrasah Ibtidaiyah, pada kelas akhir, salah satu kesan pertama saat mondok adalah ketika Ma`ruf yang bertubuh kecil harus memanggul Kitab Iqna` yang tebal.

Ma`ruf kecil mulai nyantri di Jombang tepat pada tahun politik, menjelang Pemilu pertama, 29 September 1955. Meski jombang menjadi sentra para tokoh politik pendiri NU, Maruf merasa tidak mendapat indoktrinasi poilitik tertentu. Saat itu, Tebu Ireng dibawah pengasuh KH. Abdul Kholiq Hasyim (1916-1965), putra keenam KH. Hasyim As`ari. Kiyai Kholik melarang aktivitas politik di Pesantren. Pondok hanya untuk ibadah dan mengaji.

Sepulang Dari Tebu Ireng, Ma`ruf Amin pernah masuk SMA Muhamadiyyah di Jakarta. Ia ingin belajar pengetahuan umum. Tapi akhirnya tidak diselesaikan. Ia kemudian mondok lagi ke beberapa pesantren di Banten. Dalam waktu singkat-singkat. Antara lain, Pesantren Caringin, Labuan, Pesantren Petir, Serang, dan Pesantren Pelamunan, Serang.

10. Tuanku Imam Bonjol

Lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864, adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda, peperangan itu dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1837. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Tuanku Imam Bonjol memperoleh beberapa gelar, antara lain yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia sendiri akhirnya lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.


11. Abdullah Gymnastiar Yan Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Aa Gym menjadi populer karena mengenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis dan umum diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan dakwahnya berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi dan keteguhan iman.

Aa Gym digemari oleh ibu-ibu rumah tangga karena ia membangun citra sebagai sosok pemuka agama yang berbeda dengan ulama lainnya. Ketika para ulama konvensional berdakwah tentang keutamaan salat, puasa, dan kemegahan surga, Aa Gym memilih untuk bercerita tentang pentingnya hati yang tulus, keluarga yang sakinah dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan menyenangkan. Topik pembahasannya seputar keluarga dan pemirsanya terkonsentrasi pada ibu-ibu rumah tangga, citranya pun didaulat menjadi ustadz keluarga bahagia.


Sejaraah Lengkap Kerajaan Kediri dari Awal Masa Berdirinya hingga Penyebab Runtuhnya Serta Peninggalannya

  Berdirinya Kerajaan Kediri diawali dengan putusan Raja Airlangga selaku pemimpin dari Kerajaan Mataram Kuno yang terakhir. Dia membag...