Misteri Sungai Kapuas Yang Beredar di Masyarakat

loading...



Sungai Kapuas adalah sebuah sungai yang tercatat sebagai salah satu sungai terpanjang yang ada di dunia, dengan panjang sungai yang mencapai 1.143km sungai Kapuas pun menjadi sumber kehidupan dan penghasilan bagi orang yang tinggal di daerah setempat. Apalagi tercatat jika setidaknya terdapat 700 jenis ikan yang layak konsumsi di dalam sungai ini.

Hanya saja sungai Kapuas juga tidak terlepas dari kisah-kisah horor dan mistis menyeramkan lainnya, terlebih diceritakan jika dalam setiap tahunnya sungai ini juga sering sekali menenggelamkan manusia dan selalu saja anak-anak yang menjadi korban. Mungkin bisa jadi hal tersebut sebenarnya tidak terlepas dari kurangnya pengawasan orangtua pada anak mereka, mungkin karena orangtua terlalu menikmati dunianya sendiri sehingga mereka lupa akan anak-anak mereka, dan menjadi korban dari keganasan air di sungai kapuas tersebut.

Tapi bagi penduduk sekitar hal tersebut terjadi bukan sepenuhnya kesalahan orangtua, tapi karena adanya campur tangan dari sang penghuni sungai. Menurut legenda masyarakat sungai Kapuas dihuni oleh 3 makhluk gaib yang memiliki wujud seperti buaya. Makhluk gaib itulah yang sering sekali meminta tumbal sebagai pengganti akan banyaknya kelimpahan yang ada di dalam sungai Kapuas.

Salah satu yang dipercayai oleh masyarakat setempat adalah keberadaan "penjaga" sungai yang memiliki bentuk menyerupai buaya. Buaya penjaga itu berwarna kuning, buaya putih dan buaya hitam.
Masyarakat Kampung Bansir Laut biasa menyebut buaya itu sebagai kembaran dari Mak Tua yang merupakan seorang nenek yang kini sudah meninggal.

Meski terdengar menyeramkan, tetapi sudah puluhan tahun "penjaga" sungai Kapuas tersebut tidak pernah mengganggu manusia di sepanjang sungai. Tokoh pemuda di Kampung Bansir Kelurahan Bansir Laut, Atut mengaku beberapa kali bertemu sang penjaga."Kalau saya bertemu dengan buaya ya di sekitar sini, di pesisir sungai ada pohon Nipah, nah biasa di situ munculnya.Anehnya kalau muncul tidak pernah berenang layaknya buaya tetapi hanya menunjukkan kepalanya dengan mulut diatas terbuka"

Menurut Atut, kembaran sekaligus penjaga Sungai Kapuas itu kadang terlihat namun lebih sering muncul di saat orang -orang sekitar Sungai Kapuas menggelar acara pernikahan dan menggelar meriam karbit saat malam takbiran.




loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Sejaraah Lengkap Kerajaan Kediri dari Awal Masa Berdirinya hingga Penyebab Runtuhnya Serta Peninggalannya

  Berdirinya Kerajaan Kediri diawali dengan putusan Raja Airlangga selaku pemimpin dari Kerajaan Mataram Kuno yang terakhir. Dia membag...