Asal Usul Tata Surya

loading...



 Banyak teori (hipotesis) tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah:

1. Teori Kabut (Teori Nebula)

Penemu teori ini adalah Immanuel Kant, dan Simon de Laplace. Nebula adalah kabut yang terdiri dari gas (terutama hydrogen dan helium) dan debu-debu angkasa. Menurut teori ini tata surya berasal dari sebuah kabut yg berotasi hingga membentuk cakram dan matahari terbentuk di pusat cakram. Cakram terus berputar hingga bagian bagian tepinya terlepas hingga memadat dam membentuk planet planet yg berevolusi dalam orbit elips mengelilingi matahari.


2. Teori Planetisimal

Teori ini diajukan oleh T. C. Chamberlein dan F.R Moulton yang merupakan ilmuwan Amerika di awal abad ke 20. Menurut teori ini, Matahari seblumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang ada di alam semesta. Pada satu waktu, sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak cukup dekat. Karena jarak cukup dekat ini tarikan gravitasi bintang yang lewat menyebabkan sebagian bahan dari matahari (mirip lidah/cerutu/filamen) tertarik ke arah bintang itu.

Saat bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke matahari dan sebagian lagi berhamburan menjadi gumpalan kecil atau planetesimal. Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa sebagai benda-benda dingin dalam orbit mengitari matahari. Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet-planet.

3. Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal. Dahulu matahari mungkin merupakan bintang kembar, kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena ada pengaruh gaya gravitasi bintang.

maka kepingan-kepingan yang lain bergerak mengitari bintang itu dan menjadi
planet-planet, sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi matahari.

4. Teori Protoplanet

Proto adalah bahasa Yunani yang artinya "primitif". Teori ini dikemukakan pada tahun 1940 oleh astronom Jerman Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh P. Kuiper, Subrahmanyan Chandrasekar dan lainnya.

Teori ini apda dasarnya menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Dasar pemikiran itu didukung dengan banyaknya gumpalan awan seperti ini yang diamati di seluruh jagat raya. Lebih dari 5 milyar tahun lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu, partikel-partikel debu tertarik ke dalam menuju pusat awan membentuk bola dan mulai berotasi.

Rotasi kemudian semakin cepat dan gumpalan gas mulai memipih seperti cakram yaitu tebal di tengah sehingga menghasilkan panas pijar yang akan menjadi matahari. Bagian tepi yang berotasi sangat cepat akan terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini nantinya berotasi dan membentuk planet beserta satelit-satelitnya.
loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Sejaraah Lengkap Kerajaan Kediri dari Awal Masa Berdirinya hingga Penyebab Runtuhnya Serta Peninggalannya

  Berdirinya Kerajaan Kediri diawali dengan putusan Raja Airlangga selaku pemimpin dari Kerajaan Mataram Kuno yang terakhir. Dia membag...