Showing posts with label Bulan puasa. Show all posts
Showing posts with label Bulan puasa. Show all posts

19 Kegiatan Unik yang Dilakukan Masyarakat Indonesia Menjelang Bulan Ramadhan



 Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim memiliki berbagai tradisi jelang Ramadhan. Kegembiraan menyambut datangnya Ramadan, bulan penuh berkah dan penuh kemuliaan. Ramadan merupakan bulan untuk membumi-hanguskan berbagai dosa dan maksiat selama kurang lebih setahun berlalu.

Masyarakat Indonesia memiliki banyak tradisi atau ritual khas dalam menyambut dan memeriahkan bulan istimewa bagi muslim ini. Tidak mengherankan bila bulan puasa di Indonesia selalu menjadi pengalaman yang berkesan dan dirindukan.

Berikut ini beberapa tradisi unik dalam rangka menyambut kedatangan bulan yang diagung-agungkan umat Islam tersebut:

1. MALAMANG

Makanan menjadi bagian penting di berbagai tradisi Minangkabau, Sumatra Barat. Begitu juga untuk merayakan hari-hari penting keagamaan salah satunya ketika menyambut bulan Ramadan. Setiap menjelang bulan puasa masyarakat Minangkabau akan beramai-ramai membuat lamang atau lemang yang terbuat dari ketan.

2. NYADRAN

Nyadran merupakan kegiatan ziarah kubur terhadap leluhur. Tradisi yang ada di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta itu diwariskan sejak zaman Wali Songo sebagai bentuk akulturasi Islam dengan budaya Jawa yang masih terpengaruh animisme.

3. MUNGGAHAN

Kegiatan berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan sambil menikmati sajian khas Ramadhan. Tradisi itu biasa dilakukan masyarakat Jawa barat khususnya suku sunda.

4. DUGDERAN

Dugderan adalah tradisi khas masyarakat Semarang dalam rangka menyambut kedatangan bulan puasa Ramadhan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad 19 yang bermula dari acara penentuan awal puasa di bulan Ramadhan. Maklum, acapkali ada perbedaan penentuan hari pertama puasa.

Tradisi Dugderan kini menjadi seperti pesta rakyat yang sangat meriah di Semarang. Ada Tari Japin, arak-arakan atau karnaval hingga tabuh bedug. Acara ini menjadi tradisi tahunan masyarakat Semarang yang ditunggu-tunggu. Puncak acara Dugderan tetap dengan tradisi awal yaitu pengumuman awal puasa Ramadhan.

Selain dimeriahkan dengan suara bedug dan meriam, pesta rakyat Dugderan juga diramaikan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog. Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap dengan kulit bersisik dari kertas warna warni dan dilengkapi dengan telur rebus. Keberadaan telur rebus sebagai penanda bahwa binatang tersebut tengah bertelur. Ini juga sebagai penanda bahwa ketika penyelenggaraan Dugderan pertama kali, Semarang tengah krisis pangan dan telur menjadi makanan mewah.

5. SAHUR ON THE ROAD

Walaupun kegiatan ini di beberapa tempat sudah dilarang, namun banyak komunitas yang menjadikan kegiatan Sahur On The Road salah satu kegiatan sosial di bulan Ramadan. Mereka secara bersama sama membagikan nasi atau makanan untuk kaum dhuafa yang ditemui di sepanjang jalan.

6. DANDANGAN

Walaupun masih di tanah Jawa tradisi menjelang bulan puasa di tiap daerah pasti berbeda-beda. Di Kudus, Jawa Tengah tradisi Dandangan selalu mengisi acara menjelang bulan puasa.

Tradisi Dandangan ini sudah ada sejak 400an tahun lalu yang dimulai dari zaman Sunan Kudus. Acara pesta rakyat ini selalu dihadiri oleh masyarakat Kudus dan sekitarnya. Dandangan ini digelar dengan pasar malam yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga Makanan khas yg cuma ada di bulan Ramadhan

7. BALIMAU

Warga Minang biasa melakukan Balimau ketika menyambut bulan suci Ramadhan. Balimau merupakan kegiatan mencuci rambut dengan limau, yang bermakna menyucikan diri menyambut Ramadhan

8. ZIARAH KUBRO

Masyarakat Palembang biasanya melakukan ziarah ke makam-makan para leluhur dan juga ulama. Ziarah ke makam-makam para ulama ini disebut dengan Ziarah Kubro. Biasanya tradisi ini dilakukan di pemakaman Kawah Tengkurep 3 Illir, di sini para ulama-ulama Palembang dimakamkan.

9. OBROG-OBROG

Sahur Obrog-obrog merupakan tradisi yang selalu ada di bulan Ramadan, kegiatan unik ini sudah menjadi seni tradisi sangat unik dan menarik di Indonesia. kegiatan obrog-obrog yang biasanya dilakukan para remaja  untuk membangunkan sahur dengan cara berteriak "sahur-sahur" dan memukul beduk keliling kampung.

10. MAUGANG

Meugang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam di masa Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Ketika itu Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah banyak dan dagingnya dibagikan ke seluruh masyarakat, menjelang kedatangan Ramadhan.

Masyarakat Aceh menggelar tradisi Meugang selama tiga kali dalam setahun, yaitu saat Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Menyambut Ramadhan, tradisi Meugang berlangsung satu hari sebelum Ramadhan di areal pedesaan. Sedangkan di Aceh perkotaan, Meugang berlangsung dua hari sebelum bulan puasa.

Dalam tradisi ini, masyarakat Serambi Mekkah akan memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu sebagai bentuk rasa syukur selama 11 bulan mencari nafkah.

Selain kambing dan sapi, ayam dan bebek juga ikut disembelih. Daging dimasak dirumah, setelah itu masyarakat Aceh berbondong membawa hidangan ke mesjid untuk dimakan bersama-sama tetangga.

11. NGABUBURIT

Ngabubrit istilah dari bahasa Sunda "burit" yang berarti sore menjelang malam. Tradisi ngabuburit. Jadi ngabuburit yang biasa identik dengan bulan Ramadhan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang ketika menunggu atau menghabiskan waktu hingga menjelang waktu Adzan Maghrib datang, atau biasa disebut menunggu waktu berbuka puasa.

Walaupun ngabuburit bukan ajaran islam, alangkah baik ngabuburit di masjid membaca al quran dan bersedekah antara sesama memberikan makanan untuk berbuka puasa.

12. APEMAN

Kegiatan memasak kue tradisional bernama apem. Kue yang terbuat dari tepung beras ini sebagai simbol permohonan maaf atas dosa yang pernah dilakukan. Tradisi ini ada di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Baca juga Ragam makanan khas yg cuma ada saat ramadhan

13. MAGENGAN

Surabaya juga punya tradisi unik yang wajib dilakukan setiap menjelang bulan puasa. Tradisi Megengan ini masih dilakukan sampai sekarang. Megengan adalah kegiatan memakan kue apem sebagai bentuk menyucikan diri. Apem ini mirip dengan pelafalan kata ‘afwan’ dari Arab yang mempunyai arti maaf. Selain memakan kue apem warga juga melakukan tahlilan untuk mendoakan mendiang saudara yang terlebih dahulu pergi.

14. NYOROG

Ini adalah tradisi khas masyarakat Betawi. Nyorog merupakan tradisi membagikan bingkisan makanan pada keluarga yang lebih tua seperti Bapak, ibu, mertua, paman, kakek atau nenek. Kebiasaan mengirimkan bingkisan ini masih berlangsung sampai sekarang walau isi bingkisan sudah berubah mengikuti perkembangan zaman.

Bila dahulu isi bingkisan adalah makanan matang seperti sayur atau lauk, kini berganti dengan mengirimkan bingkisan berisi biskuit, kopi, gula, sirup, dan lain-lain. Bagi masyarakat Betawi, tradisi Nyorog ini bermakna sebagai tanda saling mengingatkan bahwa Ramadhan akan segera tiba, juga sebagai cara mempererat silaturahmi.

15. MEGIBUNG

Megibung adalah tradisi menyambut Ramadhan yang rutin digelar oleh masyarakat muslim di Bali. Tepatnya di Kampung Islam Kepaon, Karangasem, bagian timur Pulau Dewata. Acara Megibung digelar pada hari ke 10, 20 dan 30 hari puasa.

Tradisi ini diperkenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar abad 17 masehi. Megibung berasal dari kata gibung yang berarti kegiatan saling berbagi, duduk melingkar dan makan bersama dengan suguhan nasi dan lauk pauk di atas nampan.

Sampai saat ini, Megibung masih lestari dilakukan oleh masyarakat Karangasem terutama yang beragama Islam.

16. SURO'BACA


Suro’baca tradisi jelang Ramadhan yang masih terpelihara di Makassar ini selalu dilakukan turun temurun di kalangan suku Bugis. Acara ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban atau H-7 sampai dengan satu hari menjelang bulan Ramadhan. Acara makan bersama sekaligus silahturahmi ini juga biasanya diisi dengan berdoa bersama dan diakhiri dengan ziarah ke makam para leluhur.

17. PACU JALUR

Masyarakat kabupaten Kuantan Singingi, Riau biasa melakukan Pacu Jalur ketika bulan Ramadhan akan tiba. Kegiatan tersebut berupa perlombaan dayung perahu.

18. MALAM SELAWE

Malam selawe merujuk pada kata selawe atau 25 dalam bahasa Jawa. Ini adalah tradisi khas masyarakat Gresik, Jawa Timur, yang berlangsung pada malam ke-25 Ramadhan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman Sunan Giri, salah satu dari Walisongo yang termasyhur.

Pada 10 hari terakhir bulan puasa, orang Islam meyakini bahwa malam lailatul qodar atau malam seribu bulan akan datang. Maka itu, banyak muslim yang menjalankan itikaf atau menyepi di mesjid agar lebih khusyuk beribadah. Nah, masyarakat Gresik dan sekitarnya banyak yang memilih menyepi di mesjid Giri, di daerah perbukitan di Selatan kota pantai utara Jawa itu.

Semakin lama semakin banyak orang yang datang ke mesjid Giri untuk beribadah sampai jalanan di sepanjang arah mesjid menjadi ramai. Keramaian ini mengundang kedatangan para pedagang hingga akhirnya sampai saat ini, setiap malam 25 di bulan puasa, digelar tradisi malam selawe di Gresik. Sepanjang jalan Sunan Giri ramai dikunjungi pengunjung yang mendatangi pasar kaget.

Selain malam Selawe, ada juga tradisi malam Bandengan setiap menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Malam Bandengan adalah malam di mana para petambak bandeng panen ikan bandeng dalam ukuran jumbo hingga dilelang di pasar Gresik. Ikan bandeng ini akan menjadi suguhan penutup puasa dan melengkapi hidangan khas Lebaran di kota santri tersebut.

19. PERLON UNGGAHAN

Seperti kebanyakan muslim di Indonesia tradisi ziarah kubur pasti mewarnai perayaan jelang bulan suci Ramadan. Pelon Unggahan atau ziarah kubur yang dilakukan di Desa Pekuncen, Banyumas yang ada di Jawa Tengah ini dilakukan seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Bedanya dengan ziarah umum pada umumnya adalah Pelon Unggahan diawali dengan ziarah kubur ke makam Bonokeling. Orang yang berziarah ke makam Bonokeling diharuskan melepas alas kaki sambil menjinjing nasi ambeng makanan khas Banyumas. Setelah melakukan ziarah warga Banyumas akan melakukan acara makan bersama-sama untuk menjaga tali silaturahmi.

Sejaraah Lengkap Kerajaan Kediri dari Awal Masa Berdirinya hingga Penyebab Runtuhnya Serta Peninggalannya

  Berdirinya Kerajaan Kediri diawali dengan putusan Raja Airlangga selaku pemimpin dari Kerajaan Mataram Kuno yang terakhir. Dia membag...